Spa merupakan salah satu sarana untuk relaksasi tubuh dan jiwa. Manfaatnya jelas sangat terasa bagi mereka yang telah mengalami rutinitas melelahkan sepanjang minggu. Dan biasanya spa menjadi pilihan mereka yang ingin me-recharge kembali semangat untuk menghadapi minggu-minggu yang akan datang.
Spa sebenarnya bisa dilakukan kepada siapa saja, termasuk bayi dan Ibu hamil. Spa untuk bayi misalnya, biasanya diberikan dalam bentuk pijatan. Tujuannya adalah untuk memperlancar peredaran darah. Selain itu, pijatan pada bayi memberi manfaat lain, yaitu memberi rasa nyaman dan aman yang sangat diperlukan bayi. Sentuhan Ibu sama saja dengan kontak emosi antara Ibu dan bayinya. Pijatan pada bayi juga membantunya menjalani fase pertumbuhan dengan benar. Dampak positif lainnya adalah daya tahan tubuh bayi lebih baik. Untuk mendapat manfaat yang maksimal, Ibu memang disarankan mem-spa sendiri bayinya, walaupun tetap dengan panduan profesional.
Umumnya, spa untuk bayi terdiri dari pijat (massage), berenang, dan berendam. Selain itu, ada juga perawatan tambahan seperti senam bayi, atau potong rambut dengan berbagai model. Pada ritual pertama, bayi akan diajak berenang di kolam renang mini. Sesudah itu berbagai aktivitas lainnya, sesuai dengan usianya.
Sedangkan untuk Ibu hamil lain lagi. Pijatan-pijatan yang dilakukan harus sesuai dengan kondisi kehamilan. Namun sebelum hal itu dilaksanakan, Ibu harus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan, apakah ada kemungkinan baginya untuk mengunjungi spa atau ikut dalam program kebugaran. Biasanya treatment yang dilakukuan Ibu hamil meliputi scrubbing dan massage, perawatan wajah (facial), dan perawatan kaki dan tangan (pedicure, medicure).
Adapun manfaat spa untuk ibu hamil adalah meningkatkan sirkulasi darah akan dan membantu melancarkan distribusi oksigen (O2) serta zat-zat makanan ke sel tubuh Ibu maupun janin. Selain itu dapat pula mengurangi stres dan depresi sebagai penyebab perubahan hormon Ibu saat hamil.






