Saat ini pizza sudah menjadi salah satu makanan favorit di Indonesia. Semua golongan usia, status, jenis kelamin hampir pasti mengenal makanan khas Italia ini. Terbukti restoran pizza siap saji sudah menjamur dimana-mana. Apalagi mereka juga dilengkapi dengan sarana pesan antar (delivery service), yang membuktikan bahwa produk mereka memang sangat disukai.
Sebelum menjadi bentuk dan memiliki rasa yang sempurna seperti saat ini, pizza sebenarnya telah melalui proses yang panjang dan rumit. Mulanya orang-orang Yunani senang membuat adonan roti berukuran besar, bundar, dan rata dengan menggunakan campuran rempah-rempah dan minyak. Roti ini seperti layaknya roti yang kita kenal sekarang, dimakan dengan sup atau langsung dimakan begitu saja. Kemudian sebelum abad ke-17 M, masyarakat Yunani mulai menambahkan saus putih di atas roti besar mereka. Belakangan saus putih itu mulai digantikan dengan tomat, keju dan ikan.
Pada abad ke-18 M, orang-orang Italia mulai mengenal roti ini dan mencoba membuatnya. Sama halnya seperti orang Yunani, orang Italia tidak menggunakan topping apapun di atas roti buatannya. Tawar biasa.
Kemudian sekitar tahun 1889, Ratu Margherita dengan ditemani oleh suaminya, Raja Umberto I melakukan perjalanan mengelilingi Italia. Pada saat itulah, ratu melihat banyak sekali orang yang makan roti berbentuk besar, bundar dan rata ini, terutama kaum petani. Karena penasaran, sang ratu memerintahkan pengawalnya untuk membeli roti tersebut dan ternyata ia sangat menyukainya. Setiap kali ada perjalanan ke luar negeri, ratu tidak lupa membawa makanan ini bersamanya. Hal ini dianggap tidak pantas oleh pihak kerajaan, karena seorang ratu memakan makanan rakyat.
Ratu Margherita tidak memperdulikan protes kalangan kerjaan, bahkan ia mendatangkan koki Rafaelle Esposito untuk membuat pizza sesuai dengan keinginannya. Itulah awal topping digunakan pertama kalinya di atas pizza, sebab Rafaelle menciptakan aneka topping, seperti tomat, keju mozzarella, dan daun kemangi segar berwarna merah, putih dan hijau (seperti warna bendera Italia). Pizza ini kemudian dikenal dengan nama Pizza Margherita.
Setelah itu pizza pun menjadi semakin populer di seluruh Italia dan mulai dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. Jenis topping pizza dikembangkan oleh masing-masing daerah, sehingga makin banyak dan beragam. Namun Naples tetap dikenal sebagi ibukota pizza dunia, karena dari sinilah pizza berkembang dan terkenal sampai ke seluruh dunia.





