Masakan China atau Chinese food memiliki cita rasa gurih dan sedikit asin. Memang ada pula yang sedikit manis, namun tidak sebanyak yang berasa gurih. Jika dibandingkan dengan masakan Indonesia, cita rasa Chinese food terbilang sederhana.
Coba saja lihat masakan Padang, misalnya. Cita rasanya sangat beraneka. Gurih, asin, pedas. Bagaimana dengan Jawa Tengah? Jelas rasa manisnya sangat mendominasi. Sementara masakan Sunda terkenal dengan kesegaran sayur-mayurnya.
Umumnya masakan-masakan Indonesia disajikan dengan banyak menggunakan bumbu dan rempah. Satu masakan bisa mengandung lebih dari 2 jenis rempah. Inilah yang membedakannya dengan Chinese food.
Penyajian hidangan ala China terkesan tidak ribet. Bumbu utama yang pasti digunakan bisa dihitung dengan jari, yaitu ngohiong atau yang biasa disebut sebagai five spice powder, kecap asin, dan kecap ikan. Sesuai dengan namanya, ngohiong dibuat dari lima macam rempah, yaitu merica bubuk, biji pekak, cengkih bubuk, kayu manis, dan adas bubuk. Merica bubuk yang pedas dan hangat sangat cocok dipakai dalam berbagai masakan, seperti tumisan dan sup. Jenis merica yang biasanya dipakai adalah merica putih dan hitam. Kemudian kecap asin digunakan sebagai pengganti garam dalam berbagai masakan China dan kecap ikan digunakan sebagai salah satu bahan penyedap.
Kecap ikan dihasilkan dari fermentasi bakteri. Bahan dasar kecap ikan yang paling umum adalah ikan kembung atau ikan betong. Namun ada juga yang dibuat dari ikan jenis lain.
Semua bumbu ini pasti menyertai setiap racikan masakan Chinese food. Sangat ringkas dan sederhana bukan? Padahal kualitas rasa Chinese food sudah sangat mendunia.






