Cupcakes. Hhmmm...sebuah sebutan yang terkesan imut dan menggemaskan. Kalau dicermati, sebutan ini memang baru dikenal sekitar satu dekade belakangan di Indonesia. Cupcakes sebenarnya merupakan miniatur cakes besar. Bentuknya jauh lebih kecil daripada cakes sesungguhnya, namun biasanya dihias sama dengan cakes dalam ukuran sesungguhnya.
Inilah mengapa tampilan cupcakes biasanya sangat menarik dan unik. Dengan ukuran yang jauh lebih kecil, cupcakes ternyata bisa didandani secantik ukuran aslinya. Dan proses pengerjaannya dipastikan akan jauh lebih sulit daripada bentuk besar. Makanya sangat mungkin jika cupcakes memiliki nilai seni yang lebih baik dibanding cakes dalam ukuran biasa.
Terkait dengan penamaan, kue mini ini disebut cupcakes karena bahan-bahan yang dipergunakan biasanya ditakar dalam ukuran cup (mangkok), bukan ditimbang seperti yang telah kita kenal selama ini. Itulah mengapa pada awal dikenalnya, cupcakes disebut juga sebagai ''kue angka'', karena cara menakar bahan-bahan kuenya menggunakan hitungan. Misalnya, satu mangkuk mentega, ditambah dua mangkuk gula pasir, ditambah tiga mangkuk tepung, ditambah semangkuk susu, dan satu sendok soda kue.
Mulanya cupcakes dikenal di Amerika Serikat pada abad ke-19. Seabad kemudian orang mulai membuat cetakan cupcakes dalam wadah kaleng yang disebut muffin tins, yang mulai populer sekitar abad ke-20. Belakangan, cupcakes sudah menjadi sangat bervariasi, mulai dari komposisi bahan baku, ukuran, bentuk dan dekorasi. Kini cupcakes sudah bisa ditemui di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena banyak penggemarnya.





