Tahukah Anda bahwa ternyata ampas kopi bisa dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar biosolar yang murah dan ramah lingkungan untuk mobil dan truk. Padahal selama ini ampas kopi seperti espresso, cappucino, dan kopi Jawa seringkali berakhir di tempat sampah.
Ampas kopi sebenarnya mengandung minyak sekitar 11-20%. Jumlah ini setara dengan bahan baku biosolar tradisional, seperti kelapa sawit atau kacang kedelai. Para ilmuwan memperkirakan ampas ini sangat potensial untuk menambah 340 juta galon biosolar pada pasokan bahan bakar dunia, dimana setelah tahun 2010 produksi biosolar diprediksi akan mencapai angka 3 miliar galon per tahun.
Bahan bakar berbasis kopi memiliki keuntungan besar dalam hal kestabilan dibandingkan biosolar tradisional. Ini terjadi karena tingginya kandungan antioksidan di dalam kopi. Tak hanya bisa dijadikan alternatif bahan bakar, ampas kopi juga bisa digunakan sebagai kompos.
Selama ini alternatif bahan bakar sudah banyak dibuat dari minyak kedelai, minyak kelapa sawit, minyak kacang, dan minyak sayur. Lemak hewani dan minyak bekas menggoreng dari restoran cepat saji pun sudah dimanfaatkan.






