Masakan Jepang sudah sangat mendunia. Di Indonesia pun penggemarnya tidak sedikit. Restoran Jepang hampir ditemukan di setiap mal di Jakarta dan tak pernah sepi pengunjung.
Menu Jepang banyak disukai karena dinilai sehat. Proses masaknya kebanyakan hanya direbus dan menggunakan bahan-bahan segar berkualitas, seperti sayur-mayur, ikan, atau daging. Pengolahannya juga tidak berlebihan, sehingga rasa dan tampilan bahan pun masih seperti aslinya, segar.
Masyarakat Jepang tidak banyak menggunakan bumbu rempah seperti halnya masakan Indonesia. Tidak menggunakan biji-bijian seperti merica atau cabai yang harus ditumbuk atau dihaluskan. Tidak pula menggunakan bahan-bahan yang berbau menyengat, seperti bawang merah atau bawang putih.
Masakan Jepang umumnya rendah lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi. Umumnya terdapat lima bumbu utama yang harus dimasukkan secara berurutan sa-shi-su-se-so. Ini merupakan singkatan dari gula pasir (sato), garam (shio), cuka (su), shoyu (seuyu: ejaan zaman dulu untuk shoyu), dan miso (miso). Sesuai dengan peraturan sa-shi-su-se-so, gula pasir adalah bumbu yang dimasukkan pertama kali, diikuti garam, cuka, kecap asin, dan miso. Begitulah aturan masak menu ala Jepang. Dan karena pengolahannya yang tidak ribet dan gizinya yang luar biasa, masakan Jepang sangat mudah diterima dunia, termasuk Indonesia.





