Banyak versi tentang awal mula munculnya makanan yang kemudian ngetop dengan sebutan es krim ini. Konon es krim telah dikenal sejak jaman Romawi saat diperintah oleh Kaisar Nero (54-68 M). Catatan sejarah menyebutkan kaisar ini pernah mengadakan sebuah pesta, dimana salah satu hidangannya adalah es yang diambil dari salju dari sebuah pegunungan. Es itu kemudian dicampur lemak susu, buah-buahan, dan diberi berbagai macam adonan sehingga lembut dan nikmat.
Es krim kemudian mengalami penyempurnaan lagi. Pada masa Kaisar Tang, Dinasti Shang, sekitar abad ke-9 M, es krim mulai dicampur susu sapi dan sedikit tepung. Kemudian diaduk perlahan hingga membetuk krim. Sejak itulah kalangan istana di China mulai mengenal es krim. Di Eropa, es krim diperkenalkan oleh Marcopolo, yaitu sekitar abad ke-13 M. Dimasa itu es krim masih merupakan hidangan untuk kaum bangsawan.
Kalau harus menuju pegunungan atau menunggu musim dingin, tentu saja es krim tidak akan terlalu sering dinikmati. Para kaum kaya kemudian berusaha membuatnya dengan mesin khusus yang diisi minyak tanah. Mereka membekukan air yang sewaktu-waktu bisa dikonsumsi menjadi es krim. Hal ini dilakukan para bangsawan hingga sampai tahun 1600-an.
Untuk membuat satu liter es krim saja diperlukan belasan orang untuk memprosesnya dan membutuhkan waktu yang lama. Dan saat es sudah jadi disimpan dalam wadah khusus berupa “ruang” kecil yang disusun dari bongkahan es, yang kemudian disekat dengan jerami. Ruang ini kemudian semakin besar di kemudian hari, karena semakin banyak orang yang mengkonsumsi es krim. Bahkan saat Amerika Serikat dipimpin George Washington dan Thomas Jefferson, ditemukan banyak sisa-sisa bangunan “rumah es.”
Banyaknya penyuka es krim membuat beberapa negara mencoba membuat inovasi-inovasi baru terkait penyimpanan es. Para ahli kuliner Prancis kemudian membuat dan memperkenalkan metode “pot-freezer”, dimana es krim disimpan dalam wadah yang disebut “sorbetière” (wadah yang mempunyai tutup dan terdapat pegangan ditutupnya).
Masa berikutnya ditemukan wadah dengan alat pengocok manual menggantikan metode “pot-freezer”, pendingin yang digunakan masih campuran es dan garam. Garam mampu menyerap panas, sehingga mampu membuat es tahan lebih lama. Tidak diketahui siapa penemu alat ini, tetapi telah dipatekan oleh Nancy Johnson pada 9 September 1843. Alat ini mampu membuat es krim yang lebih lembut dan lebih cepat.
Pada tahun 1870, peran “rumah es” diganti dengan mesin pendingin. Hal ini terjadi karena perkembangan terknologi yang semakin baik. Mesin pendingin dibuat pertama kali oleh Carl von Linde, seorang ahli mesin dari Jerman. Perkembangan teknologi mesin pendingin ini terjadi puncaknya pada tahun 1926, yang diikuti oleh perkembangan produksi masal dari es krim.
Di awal abad ke-20, dalam sejarah perkembangan makanan dan minuman, es krim merupakan salah satu makanan yang menunjukkan peningkatan popularitas tertinggi. Gerai es krim semakin banyak dan hampir menyamai jumlah gerai salon dan minuman. Seiring maraknya produksi lemari es dengan harga yang semakin murah, membuat para produsen es krim semakin banyak dan variatif.






